Rabu, 23 Desember 2020

TRIP OFFICE MAKASSAR - BATU, MALANG. PEMBINAAN PEGAWAI LINGKUP BALAI PERHUTANAN SOSIAL DAN KEMITRAAN LINGKUNGAN WILAYAH SULAWESI


TRIP OFFICE 

Pembinaan Pegawai Lingkup Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sulawesi

Batu Malang, 18-22 Februari 2020

Telah berlangsung Pembinaan Pegawai Lingkup Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sulawesi (BPSKL Wil. Sul) pada tanggal 18-22 Februari 2020 selama  5  hari. Tema Pembinaan Pegawai adalah Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sulawesi. Merupakan kali ke-3, saya sebagai peserta, Kota Malang yang familiar dengan sebutan Kota Apel yang sejak dulu diketahui bersama yang akhirnya saya pun tak luput membawa 'buah tangan' oleh-oleh Apel khas Kota Malang.  Selain itu kuliner Kota Malang juga terdengar enak dan sayang untuk dilewatkan. Nah... berkesempatan berkunjung ke Kota Malang untuk sekaligus menjawab rasa penasaran kuliner Sate Malang yang terkenal seantero nusantara😋.

Kota Malang, yang menurut saya 'full' kunjungan dan menyisakan kesan yang akan mengundang kembali untuk menyusuri Kota Malang yang menyajikan aneka wisata dan kunjungan yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Bagaimana tidak? Rentetan kunjungan telah berlangsung seperti pada kunjungan  ke Eco Green Park dengan ulasan saya pada Tripadvisor 'Maju Jalan Pantang Mundur, Bersua burung-burung, Menyusuri jalan-jalan, Menyisir area wahana edukasi Batu Green Park, Sejuk, Damai, Tenang, Indah Nan Cantik, Tak terasa sepanjang jalan beriringan bersama-sama melangkah bersua burung-burung seantero jagad, Luar Biasa ... Yuk!. Wahana Kolam Musik demikian saya menyebutnya yang menyajikan alunan musik sedemikian rupa sehingga tercipta di kolam, menyentuh nurani, terdengar memangil kembali untuk mainkan musik air.  

ECO GREEN PARK

KEBUN APEL MALANG

Bukan kabar angin yang terdengar bahwa Kota Malang memiliki destinasi wisata petik Apel. Mengunjungi kebun Apel yang berbuah lebat mengundang riuh rendah pengunjung tak terkecuali team rombongan dari instansi, BPSKL Wil.Sulawesi. Menikmati sensasi petik Apel dengan 'tangan kosong' atau tanpa memakai alat apapun untuk memetiknya. Bagaimana tidak? Ketinggian rata-rata pohon -pohon Apel yang terjangkau oleh pengunjung bahkan dengan sangat mudah bagi yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata, 'kesan enteng' memetik Apel akhirnya. Memberi kemudahan bagi pengunjung untuk menikmati sensasi petik apel dan sekaligus menikmati secara langsung hasil petikan. Keseruan dengan menikmati ramai-ramai bahkan 'terkesan' berebutan menemukan apel-apel yang berbuah lebat dan besar serta rasa apel yang sesuai selera. Tak terhenti sampai hanya sekadar menikmati sampai puas pun bahkan pengunjung yang berkeinginan untuk membawa buah tangan 'oleh-oleh' buah Apel diberikan kantongan-kantongan plastik/kresek-kresek untuk diisi sesuai keinginan dari hasil petikan masing-masing. Untuk menikmati petik sepuasnya dan makan  sepuasnya diperkenankan selama berada dalam area kebun Apel. Sekiranya telah merasa puas berada di kebun Apel akhirnya beranjak sambil membawa tentengan kresek yang siap melalui penimbangan sekaligus transaksi pembelian hasil petikan Apel.
 
   

AIR TERJUN 'COBAN RONDO'

Kunjungan Trip Kota Malang berakhir di Air Terjun Kota Malang, yang memiliki sepenggal kisah legenda. Demikian kisah legenda tersebut, COBAN RONDO, Air terjun dengan debit air yang boleh dikatakan sangat deras dengan ketinggian yang demikian tampak dalam foto yang terabadikan. Mencapai ketinggian dengan jalan yang cukup menanjak menuju Air Terjun sehingga cukup energik kesan yang tercipta dalam mencapai air terjun tersebut. Tiba di kaki Air Terjun akan ditemui garis peringatan untuk lebih berhati-hati bahkan tidak untuk dilewati oleh pengunjung. Demikian debit air yang cukup deras   agar pengujung terhindar dari ketidakamanan untuk menikmati Air Terjun dari dekat sehingga terpasang garis batas sebagai tanda 'area warning'.untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pengunjung. Sekiranya berkeinginan untuk menikmati tersebut diperkenankan hanya diluar garis batas pengaman tak diperbolehkan untuk melintasi garis batas pengaman demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan untuk keamanan bersama sehingga rasa aman tercipta dalam menikmati air terjun yang sangat indah, cantik dan menawan ini, tak dinyana dibalik kisah legenda tercipta nama yang melekat kini tersebut sebagai Air Terjun Janda.
 
             
  
                
              


Legenda Coba Rondo 
Asal usul Coban Rondo berasal dari sepasang pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma di Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mencapai 36 hari (Selapan), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Namun orang tua Dewi Anjawati melarang kedua mempelai pergi karena baru selapan. Namun keduanya bersikeras pergi berangkat dengan segala resiko apapun yang terjadi diperjalanan. Ketika dalam perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Tampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati  dan berusaha merebutnya. Perkelahian tidak dapat dihindarkan, kepada punokawan yang menyertainya Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang ada cobannya (Air Terjun), perkelahian berlangsung seru dan akhirnya sama-sama gugur, dengan demikian akhirnya Dewi Anjarwati menjadi Janda (Dalam bahasa Jawa, Rondo). Sejak saat itulah Coban tempat tinggal Anjarwati menanti suaminya dikenal dengan naman COBAN RONDO. Konon  batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri.  
MUSEUM ANGKUT

Museum angkut, keseruan yang tak ada habisnya ketika mengunjungi Kota Malang yang menjawab  rasa penasaran tentang Museum Angkut. Tak berbeda dengan Eco Green Park,  dengan area yang sangat luas, terusan jalan-jalan dari wahana-wahana pameran angkut yang masing-masing dengan objek  berbeda-beda mulai aneka kendaraan roda empat yang terbaru bahkan yang terkuno sekalipun baik angkutan udara, laut dan darat. Seakan tak menyisakan objek yang tak terkunjungi yang didukung suasana cuaca hujan Kota Malang  yang  menyejukkan sehingga mengundang rasa kedamaian bahkan jauh dari kesan membosankan dan tak ingin menghentikan mengitari wahana museum angkut. Wahana pameran Replika  Pesawat Kepresidenan RI, Patung Presiden ke-3 Habibie tersajikan pun  dan berkesempatan berfoto ria bersama kru-kru di Replika Pesawat Kepresiden tersebut

















PUJON RAFTING MALANG

Rafting merupakan salah satu olahraga  Arung Jeram  yang sangat menarik untuk dicoba, selain arusnya yang deras dengan jeram yang panjang dan menantang (Kampoeng Rafting Pujon Batu-Malang Jawa Timur). Nah... untuk kedua kalinya, dalam rangkaian kegiatan pembinaan pegawai, Arung Jeram menjadi pilihan destinasi yang saya ikuti. O, ya... kesan yang tersisa ya... seakan tak ada habisnya bahkan sekiranya berkesempatan kembali menikmati arung jeram di lokasi yang berbeda tak ingin melewatkannya. Bagaimana tidak? Keseruan 'bermain' air di arung jeram sebagai tantangan tersendiri bagi penikmatnya bahkan 'mengalahkan' rasa takut boleh dikatakan salah satu kesiapan. Namun demikian pemandu arung jeram 'siap siaga' pada masing-masing perahu karet yang telah ditentukan masing-masing jumlah personilnya.
                                         

                                       
                                       








Wahana Coban Rondo 

Naik Kuda, Delman & Sepeda

Naik delman berkeliling area wahana Coban Rondo seakan melepaskan kerinduan akan kampung halaman. Kesejukan dan ketenangan tercipta dalam menempuh perjalanan berkeliling naik delman dalam wahana tersebut. 




                                        



                                        
                                                                                              
                                        

                                        

Wahana Panahan/Menembak Coban Rondo

Wahana panahan/Menembak Coban Rondo menjadi pusat keramaian pula untuk menguji ketepatan panahan/tembakan pada sasaran yang mengundang konsentrasi yang cukup tinggi. Tantanganpun hadir dalam permainan panahan/menembak ini, tak mengurangi antusias pengunjung untuk antri yang bergiliran menggunakan panahan/tembakan pada masing-masing peluru dan sasaran yang telah disiapkan dalam wahana panahan/menembak tersebut. 
 
                                        







TAMAN LABIRIN COBAN RONDO 

Tak kalah menantang wahana Taman Labirin Coban Rondo yang tinggi tanaman pagarnya melewati tinggi rata-rata pengunjung pada umumnya. Sehingga menguji keberanian pula untuk menyusuri jalur-jalur jalan yang tidak terlihat, sehingga menemukan jalur tembus atau jalan buntu untuk mencapai taman air mancur yang berada di tengah-tengah. Pada umumnya untuk menyusuri taman labirin ini bersama-sama pengunjung lain atau bersama rombongan-rombongan pengunjung untuk menghindari atau mencegah ketersesatan dalam wahana taman labirin. Nah... bagaimana dengan opini, tersesat itu keren, boleh  juga! Ayo maju pantang mundur, semoga kesempatan hadir kembali menemukan taman labirin!   




Dokumentasi foto : Pribadi/BPSKL Wil.Sulawesi
                
                                                     

Minggu, 20 September 2020

Pembinaan Pegawai Tahun 2018 Lingkup Balai Perhutanan Sosial & Kemitraan Lingkungan Wil.Sulawesi

     Pembinaan Pegawai Tahun 2018

Menjelang akhir tahun yang tak lama lagi, Kegiatan Pembinaan Pegawai Lingkup Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi Tahun 2018 berlansung pada tanggal 28 November s/d 1 Desember 2018. Terdiri dari 65 Peserta, pembinaan pegawai pada UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) yang beralamat di Bili-Bili Kabupaten Gowa ini, baik dari daerah/Kabupaten seperti dari Kabupaten Soppeng. Hadir dan berangkat ke Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara pada hari/tanggal, Rabu/28 November 2018.

Berada dalam ruang lingkup kerja yang sama bukan berarti tidak membutuhkan kembali wadah 'kebersamaan' yang bertujuan sebagai pembinaan pegawai yang 'memicu' motivasi dan etos kerja. Pembukaan Kegiatan dengan sambutan oleh Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Muchksin, S.Hut, M.Si yang diadakan di Sintesa Penisula Hotel Manado.  Prepare for meeting, Continue Meeting dan Done Meeting menjadi salah satu agenda kegiatan pada hari/tanggal Kamis/29 November 2018 di sela-sela agenda acara yang tersebut dalam Rundown kegiatan. 

Mengundang nara sumber setempat yang membawakan beberapa materi seperti  materi Motivasi dan Etos Kerja serta Revolusi Mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya. Selanjutnya kunjungan ke Taman di Sulawesi Utara, Bukit Doa Mahawu Tomohon Utara Kota Tomohon, Sulut. yang  merupakan tempat wisata alam dan Religi umat kristiani. Terdapat kawasan Amphiteather berupa tempat pertunjukan yang dilengkapi 'dudukan' yang terbuat dari beton, berbentuk setengah lingkaran dan bersusun-susun yang dipergunakan oleh Penyelenggara Acara  'Event Organizer'  untuk tempat permainan 'game' bagi peserta pembinaan yang bermanfaat  memupuk kekompakan dan  kejujuran dalam bekerja. 

Menyempatkan berkunjung ke Danau Tondano sebagai danau terluas di Manado Sulawesi Utara dan ke Danau Linouw, sebuah danau vulkanik yang terletak di luar Tomohon, dekat Manado yang menyajikan suasana romantic. Wisata Bahari pun 'tersaji' melalui arum jeram pada hari/tanggal, Jumat/30 November 2018, diikuti Peserta Pembinaan Pegawai Lingkup Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi Tahun 2018, menyisakan kesan dan pesan 'Jika di Depan, Aral melintang dengan Jurang dan Arus, Jangan Berputar untuk Mengelilingi Bukit, Tetaplah Maju dan Berupaya Untuk Melewati Derasnya Arus, Hingga Mengoptimalkan Waktu yang Ada untuk Mencapai Tititk Koordinat yang ditentukan, ungkap Ibu Fitriani Kasim salah satu peserta Pembinaan Pegawai. Berharap, Semoga Membangkitkan Motivasi dan Etos Kerja, Semangat Kekompakan dan Kebersamaan.

Minggu, 02 Februari 2020

Lembah Bada Nan Eksotis

Lembah Bada

Mengenal Lembah bada

Lembah Bada atau Lembah Napu, demikian nama lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, lembah ini merupakan bagian dari Taman Nasional Lore Lindu  (TNLL) . Nah ... salah satu  Taman Nasional sebagai perlindungan hayati di Sulawesi Tengah. Terletak 60 KM Selatan Kota Palu, sebagian besar terdiri atas hutan pegunungan dan semi pegunungan (90%) dan sebagian kecil hutan dataran rendah (10%). Menarik pertama kali berkunjung ke Lembah Bada, tak nyana bahwa di sinilah posisi Patung Palindo. Bagaimana tidak? menyaksikan foto-foto kunjungan mereka yang pernah ke Patung Palindo tiadalah luput olehku. Namun akhirnya tanpa mempertanyakan posisi persisnya berada kecuali sebatas tahu berada di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Menurut  Wikipedia bahwa di Lembah Bada terdapat puluhan patung megalitik yang diperkirakan didirikan pada abad ke-14. Nah... Patung Palindo salah satu patung megalitik yang sering terkunjungi oleh wisatawan domestik maupun asing. O ya, perjalanan menuju Lembah Bada pun, tak sedikit menyisakan kesan, olehku, Ada apa? mungkin kata yang terlontar untuk menggambarkan perjalanan ini 'jalan  tak berujung'. 

                                 

                                                

Cita Rasa 

Rasa Perjalanan 'Gado-Gado'

Nah loh Demikian 'perasaan' yang hadir ketika menempuh, menyusuri aksesibilitas ke Lembah Bada. Berhenti dalam berkendara pun dilakoni, mobil 'mogok' di salah satu titik tikungan yang kesekian akan terlewati. Di pesisir jalan, sepanjang jalan pun tak akan ditemui pemukiman atau rumah-rumah penduduk bahkan warung-warung kaki lima atau lapak-lapak jualan tak kunjung terlihat. Sekiranya berkunjung kembali ke Lembah Bada salah satu persiapan logistik berupa makanan dan minuman jangan sampai terlupakan. Tak hanya sampai di situ, pendakian dan penurunan jalan berkelok yang dilalui seakan tak terhenti, seperti penggambaran saya dalam kata 'jalan tak berujung'. O..ya, demikian pun terjadi karena kemungkinan pertama kali untuk  berkunjung ke Lembah Bada Kabupaten Poso dalam rangka tugas, pertanyaan demi pertanyaan 'berkecamuk' dalam menikmati perjalanan dinas di akhir tahun 2019, ini. 

Adapun kondisi jalan beraspal namun tak luput pula ditemui jalan-jalan yang rusak yang berada di sisi gunung dan lembah yang terlewati. Aksesibilitas cukup rawan longsor dan terlihat dalam perjalanan yang mengundang kehati-hatian serta rasa was-was dan kalau boleh dikatakan 'ngeri' melalui perjalanan tersebut. Mengakibatkan rawan longsor yang disebabkan oleh penambangan batu-batu gunung yang berada pada sisi atau tepi jalan. 'Pemandangan kritis' yang akan terlihat di sepanjang gunung yang terdapat aktifitas penambangan. Terdapat tanda atau garis peringatan untuk berhati-hati pun terpasang pada jalan-jalan yang sudah 'terkikis' oleh longsoran yang terjadi di musim penghujan ini. Demikian ada pula yang luput dari signal/tanda 'hati-hati' sehingga kepiawaian sopir dalam berkendara sangat dibutuhkan. 

Sejenak melepas lelah dan penat, mobil pun perlu 'istirahat' pada cuaca yang cukup dingin dan sejuk ketika berada di sisi jalan yang masih agak berhutan 'padat pohon'. 'Peringatan dini' yang telat ditunjukkan mobil yang nyaris 'gagal' dalam menyelesaikan tugas membawa saya bersama team work ke Lembah Bada. Akhirnya tibalah 'jalan tak berujung', alangkah indah ujung dari perjalanan ke Lembah Bada. Desa, lokasi tugas yang berada di Lembah Bada terdapat pemandangan yang menyejukkan bahkan 'langka' menurut 'kasat mata" saya.  Kehidupan alami dan natural tersaji di depan mata, hamparan sawah, kolam buatan di sawah, teratai yang tak pernah pudar indahnya  serta gunung dan lembah  yang tampak mengitari desa. Menikmati panorama pagi dengan menyeruput kopi sebelum jadwal tugas berjalan.





 

Mencapai Tujuan

Alhasil penginapan tempat team work memberi akses yang dapat dengan puas menikmati keindahan tersebut. Selain itu terlihat nyata 'simbiosis mutualisme' antara Kerbau dan Burung Bangau yang terjadi dalam siklus kehidupan  di alam. O..ya, adaptasi kerbau berkubang pun sering kali terlihat,. itik-itik berenang di kolam Ikan buatan yang berada tak jauh dari pematang sawah. Keseruan memancing tak kalah mengundang usaha tak sia-sia bersabar agar umpan 'termakan'. Gelak tawa oleh suara-suara Itik di pagi hari bahkan membuka mata yang terlelap yang tak jarang terdengar pula 'tiruan suara' itik-itik oleh team work. Nah...gelak tawa tak terelak  selama team work berada di Lembah Bada, 3 lokasi desa yang terkunjungi dalam Sosialisasi Kegiatan Agroforestry Programme III,  yakni Tuare, Kageroa dan Tohimipi.  



Perihal Patung Palindo (sang penghibur), menurut wikipedia bahwa Watu Palindo dalam Bahasa Bada adalah sebuah patung megalitik setinggi 4,5 meter yang terletak di Lembah Bada Lore Selatan. Merupakan patung terbesar di daerah ini dan yang paling terkenal terletak di Sebelah Selatan dari Desa Kecil Sepe. Digambarkan berupa wajah ceria dan ramah, ukiran tubuh berbentuk oval, mata bulat dan hidung besar yang memanjang ke bawah. Pahatan mulut yang di dalam berbentuk sebuah senyuman melengkapi batuan megalitik ini. Kunjungan ke Patung Palindo  bersama team work yang melalui Padang rumput/ilalang (Savana). Bahkan megalitik tampak dari sela-sela Padang rumput /ilalang (Savana). Demikian beberapa sebaran megalitik dapat disaksikan secara kasat mata dari kendaraan  baik roda empat dan dua yang ada di sepanjang jalan pada hamparan Padang rumput/ilalang (savana).

                                   

                                                

                                                    
                                               

Selamat Menikmati                                              

Nah... sedikit terhenyak ketika menyaksikan pertama kali Patung Palindo, ni ... 'hanya patung', namun pasca 'lamat-lamat' menikmati nampaklah  'keeksotisan' di Cagar Budaya Taman Nasional Lore Lindu. O.. ya, sekedar kabar 'rada' ada yang pening juga he ... ketika berkunjung belum ada signal/jaringan telekomonikasi  namun sehari sebelum bertolak ke Makassar, akhirnya di Lembah Bada pemasangan Jaringan Ubiqu untuk akses komonikasi bagi daerah-daerah yang berada di balik lembah dan gunung. 





Dokumentasi Foto
Dokumetasi Foto : Pribadi/Team Work

                                                     


                                             








KEMBALI BERSUA, HEY! MANADO CITY

Menyaksikan Pasutri Gaje, menarik untuk tak melewatkan film Pasutri Gaje yang berlatar belakang cerita, kisah dan kehidupan sepasang abdi ne...