Kamis, 14 November 2019

Menikmati Bali Tanpa 'Move On'

Menikmati Bali Tanpa 'Move On'

Bali Oh... Bali 

Nah...'tanpa move on', kesan yang mendalam terhadap salah satu pulau di negeri tercinta, Bali. Terbilang pertama kali kembali, saya berkunjung ke Pulau Dewata, Bali. 


























Kesan, Bali Nan Elok ...

Mengawali dengan 'kalung bunga Kamboja' setiba di Bandara Ngurah Rai oleh Event Organizer Tour Wisata yang telah  ditentukan oleh Panitia dari pelaksana kegiatan tersebut, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi. Panitia beserta rombongan yang tergabung dalam ruang lingkup kerja Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi . 







                  


 

            
   
     

   


Rasa Suka Cita

Rasa Sumringah, penyambutan sedemikian rupa di Pulau Dewata selama 4 Hari, pada 30 November  -  2 Oktober 2019. Kunjungan tersebut dalam rangka Pembinaan pegawai yang mengusung Tema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Lingkup Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi. Semoga Sukses. HUTAN LESTARI, RAKYAT SEJAHTERA
Salam Perhutanan Sosial,👋

Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi
















Selasa, 24 September 2019

Wisata Religi Gorontalo, Desa Wisata Religius Bongo


Wisata Religi Gorontalo, Desa Wisata

 Religius Bongo

Kesan Special

Kesan 'merasa special' ketika berkunjung ke Wisata religi Gorontalo di Desa Wisata Religius Bongo. Takjub menyaksikan keindahan lukisan alam yang mengelilingi Masjid dengan kubah emas 'berwarna kuning', Masjid Walima Emas. Menarik perhatian tiada henti,  termasuk menyaksikan 'prasasti' kalender Islam (Hijriyah) yang berjejer pada sisi-sisi pintu gerbang menuju masjid melalui tangga. Mendekati alam ciptaan-Nya, memuji keindahan yang mengingatkan akan kuasa-Nya.







Desa Wisata Bongo

Bersama team work diakhir hari tugas, mengunjungi Desa Wisata Bongo merupakan wisata religi yang meninggalkan kesan special untuk lebih mendekatkan diri ke pencipta alam semesta. Menikmati keindahan, beribadah dengan ketenangan alam yang tercipta seakan terik panas cuaca Kota Gorontalo tak terasa. Pertengahan september, 18 September sehari jelang usai tugas kerja kembali ke kota Makassar ke Desa Wisata Religius Bongo terletak di Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo. Aksesibilitas dari Kota Gorontalo cukup mudah baik roda dua, empat dan lain-lain, meskipun berada di ketinggian dan dari kejauhan tampak berada di atas perbukitan.  Jalan beraspal, pendakian dan penurunan dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit dari pusat Kota Gorontalo  yang berjarak kurang lebih 10 km. Harga tiket yang cukup terjangkau serta nomor 'penjaga masjid' yang tertera, tersedia yang bisa dihubungi sewaktu-sewaktu apabila berkunjung. Menambahkan, sebelum berkunjung ke Masjid Walima Emas menyempatkan ke Taman Wisata Religius Bubohu yang tak kalah menarik perhatian. Terdapat museum fosil kayu yang ditemukan di Provimsi Gorontalo secara keseluruhan. 'Disambut' oleh sekerumunan Burung Merpati yang difasilitasi makanan berupa Jagung dan pengunjung 'bebas' untuk menikmati momen bersama Merpati, 'Merpati tak pernah ingkar janji'.






Dokumentasi Foto : Pribadi/Team Work


                                         Note : Kota Gorontalo berjuluk 'Serambi Madinah'

















Jumat, 19 Juli 2019

Anak Muda Palsu

Anak Muda Palsu

Sinema Makassar

Kembali sinema local dari Kota Makassar tayang dengan Judul Anak Muda Palsu. Sebelum memutuskan untuk menikmati tayangan film tersebut, menyaksikan trailer lebih dahulu menjadi pilihan. Nah loh, tertarik!? iya, mengangkat kisah 4 anak kampus yang kost bersama-sama. Meskipun demikian kehdupan anak kost ketika 'sekolahan' tak ternikmati. Bukan berarti tak ternikmati sebagai anak kost karena bertempat tinggal di rumah orang tua menyurutkan untuk tak menikmati tayangan film ini. Suka duka yang dialami anak kost 'anak muda palsu' tidak jauh berbeda  dengan anak sekolahan yang tidak kost. Duka dipenghujung 'anak  sekolahan' yang akan menyelesaikan studinya ketika biaya yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan biaya-biaya sebelumnya yang telah dikeluarkan.

         Muatan Lokal

Menonjolkan 'muatan lokal' terutama Bahasa Indonesia yang dipergunakan dialek atau 'logat' setempat di Kota Makassar khususnya. Demikian sebagai daya tarik bagi siapapun  yang berdiam di Kota Makassar tak terkecuali 'perantau-perantau' asal Sulawesi Selatan pada umumnya akan menikmati dan memahami kisah  cerita dan  cerita film ini. Bahkan pelepas kerinduan akan kampung halaman terlebih yang pernah mengenyam pendidikan di Kampus Merah Unhas, Universitas Hasanuddin Makassar.

Recommended

Nah..Makassar punya Cerita
Nah...Anak Makassar punya Selera
Saksiakan Ayo!
Anak Muda Palsu
Recommended.







Dokumentasi Foto : Pribadi






Senin, 01 Juli 2019

I Love Lembah Cinta

I Love Lembah Cinta

Menyapa Lembah Cinta Mattabulu

Mengunjungi Desa Mattabulu Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan yang tak lengkap sekiranya tak menyempatkan menyapa Lembah Cinta Mattabulu. Nah … akhirnya berkunjung, lokasi berada di Jl. Poros Pesantren Yasrib Lapajung, Puncak Gunung Cirowali Lembah Cinta.







Aksesibilitas ke Desa Mattabulu


Aksesibilitas menuju Desa Mattabulu cukup baik bagi kendaraan roda dua atau empat, jalanan beraspal yang meskipun agak sempit  sehingga kendaraan roda empat tak memungkinkan untuk beriringan. Jarak tempuh dari Kota Watansoppeng kurang lebih minimal 30 menit  perkiraan jarak kisaran 10-an km. Menyusuri Jalan yang cenderung 'mendaki' dan diawal perjalanan akan  disuguhi pemandangan pohon-pohon Jati (Tectona grandis) yang ketika berkunjung berada pada fase menggugurkan daun  yang sebagian besar telah berwarna kuning 'luruh daun' di musim kemarau. Selanjutnya Jalan 'mendaki' hingga mendekati lokasi Lembah Cinta Mattabulu dengan melalui kantor Desa Mattabulu yang akhirnya memasuki kawasan hutan yang tampak bervegetasi Pohon- Pohon Pinus.   Cuaca bersahabat akan terasa baik musim kemarau maupun musim hujan karena aksesibilitas telah melalui pengerasan baik aspal maupun 'beton' yang  mencapai lokasi Lembah Cinta Mattabulu.





Sedikit Uji Nyali


Menikmati Fliying Fox dan Sepeda Gantung di Destinasi ini, memanggil untuk dinikmati selain itu  yang terlihat pesan-pesan bagi pemuda-pemudi khususnya untuk cinta alam, lingkungan dan sekitar serta bahaya dikekinian seperti Narkoba. Gerbang pintu masuk ditandai dengan pos tiket masuk/pintu keluar, selanjutnya  akan terlihat kata yang tertulis I Love Lembah Cinta. Tak sedikit rasa, akan kembali mengundang 'Baper' sekiranya sejenak memperhatikan 'lamat-lamat' pesan-pesan bagi si Jomblo, Nah!. Wisata Alam Lembah Cinta Puncak Mattabulu merupakan persembahan LPHD Mattabulu bekerja sama dengan BUMDes Pada  Ati. Ayo ke Mattabulu.


                                                  









Dokumentasi Foto : Pribadi






Rabu, 05 Juni 2019

Ekowisata Mangrove Lantebung

Ekowisata Mangrove Lantebung

Liburan 'Mudik' Lebaran

Menjelang liburan mudik lebaran yang berbarengan dengan beberapa kerabat mudik ke kota Makassar. Nah ... saya sebagai yang berdiam di Kota Makassar ini, menyempatkan untuk menemani kerabat, mengisi liburan mudik kali ini. Salah satu yang masuk dalam agenda kunjungan, tersebut Ekowisata Mangrove Lantebung.




Sekadar kabar, Foto/Gambar 


Menarik, informasi yang diperoleh berdasarkan foto-foto kerabat yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut, bahwa terletak di Kota Makassar, pinggiran tol. Termasuk menyaksikan sekilas dan sejenak dokumentasi  foto-foto pribadi beberapa teman yang pernah berkunjung. Namun demikian, saya  belum pernah menginjakkan kaki ke lokasi  Hutan Mangrove yang telah 'tersulap' menjadi 'Ekowisata Mangrove'. Tersisa kekaguman tanpa kata yang terucap sampai akhirnya jiwa Rimbawan/ti 'tersentil' yang terpanggil  segera untuk menengok, melihat bahkan berkeinginan untuk 'turun' menanam bibit Mangrove. Bagaimana tidak!? Kerinduan akan aktifitas kegiatan penanaman sampai kini hadir pada diri. Nah, sejenak kilas balik  hanya sekedar mendengar kabar pun perihal pertumbuhan. dan perkembangan Mangrove yang  'berhasil'  di lokasi pesisir pantai di  salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat di masa silam, saya pun happy'.  



         

Letak dan Posisi Ekowisata Mangrove Lantebung

Kembali ke posisi Ekowisata Mangrove Lantebung yang berada di Kampung Lantebung Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar.
Aksesibilitas cukup terjangkau melalui kendaraan roda dua dan roda empat baik kendaraan pribadi maupun umum.
Nah.. kesan dan pesan yang 'tersaji' di Ekowisata Mangrove  Lantebung cukup membuat 'baper', percaya atau tidak?!Segera berkunjung! Ayo intip, beberapa foto kunjungan ini, 'Family Time' plus 'pengobat rindu' akan Hutan Mangrove bagi Rimbawan/ti. Terima Kasih.



Dookumentasi Foto : Pribadi







KEMBALI BERSUA, HEY! MANADO CITY

Menyaksikan Pasutri Gaje, menarik untuk tak melewatkan film Pasutri Gaje yang berlatar belakang cerita, kisah dan kehidupan sepasang abdi ne...